Berita Terkini

Berita Terkini (26)

Berita terkini seputar batu akik

Pecinta Batu Sejati Masih Bertahan

Tren batu akik yang dua tahun lalu sempat booming kini kembali ke situasi normal. Yang kami maksud normal adalah situasi sebelum orang berbondong-bondong memborong dan menggemari batu akik.

Sekitar dua tahun lalu tren batu akik memang sempat membuat heboh seluruh Indonesia. Semua orang pun tiba-tiba menjadi penjual, penggosok, dan peminat batu akik.

Hasilnya, di pinggir-pinggir jalan pun bermunculan para tukang penggosok batu dadakan. Mereka tiba-tiba muncul seakan jamur yang bertebaran tumbuh saat musim penghujan. Semua memanfaatkan tren yang sedang muncul yakni para penggila batu yang masih baru.

Semua orang pun mereguk untung dari bisnis batu dadakan tersebut. Meski demikian, seiring kondisi perekonomian yang melemah, tren batu pun memudar. Beberapa pedagang batu dadakan segera gulung tikar. Lapak-lapak penggosok batu di pinggir jalan pun tiba-tiba kembali menghilang. Jalanan kembali sepi dari para penggosok batu yang muncul tiba-tiba dan hilang tiba-tiba pula itu.

Kini yang masih bertahan adalah para pebisnis batu dan penggemar batu sejati. Mereka lah yang sebelum tren batu akik itu muncul memang sudah menjadi pebisnis atau penggemar batu. Sekarang, saat tren turun, merekalah yang masih mempertahankan bisnis batu akik dan batu permata itu terus berjalan.

Mereka memang berbisnis tidak mengandalkan tren karena sebelum tren itu ada, mereka sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia batu permata. Kini setelah tren itu memudar, mereka pun masih mampu mempertahankan kelancaran bisnis mereka.

Memang terjadi penurunan penjualan akibat kondisi ekonomi yang melemah, tapi tetap saja ada pembeli setia dan penggemar setia. Para kolektor batu yang memang benar-benar pecinta batu tetap membeli dan mengoleksi batu-batu indah tersebut.

Nah, sekarang pertanyaannya, apakah Anda pecinta batu sejati atau pecinta batu dadakan? Hehe… Anda sendirilah yang mampu menjawabnya. Silakan tulis pendapat Anda di bawah ini. Terima kasih.

21 Feb 2016

Sepuluh Petunjuk Lokasi Rahasia Batu Sisik Ular Piton dan Teratai

Sejak penemuan batu sisik ular piton oleh Muhamad, 47, dan penemuan batu teratai oleh Sudarsono, 40, keduanya menjadi sorotan publik.

Nama mereka pun menjadi terkenal di seluruh Indonesia, terutama bagi para pecinta batu. Mengapa? Karena hanya merekalah yang tahu lokasi asal batu-batu berharga tersebut.

Nah, Anda penasaran dengan lokasi asal batu-batu tersebut? Tentu saja Anda akan dibuat penasaran.

Biar Anda tidak penasaran, berikut ini adalah petunjuk umum yang bisa Anda telusuri sendiri. Jadikan penelusuran dan pencarian ini bagian dari petualangan Anda mencari batu tersebut. Dengan demikian, ada tantangan yang harus Anda pecahkan dengan menemukan lokasi batu tersebut.

Seperti diketahui, Muhamad dan Sudarsono hanya memberikan gambaran umum tentang lokasi tersebut. Anda sendirilah yang harus tirakat untuk mencari sendiri.

Ada beberapa petunjuk yang bisa Anda gunakan untuk menemukan batu sisik ular piton, seperti disebutkan sendiri oleh Muhamad. Petunjuk untuk menemukan batu sisik ular piton itu adalah:

1. Batu tersebut adalah berjenis jesper.

2. Batu itu lokasinya 13 mil dari bibir Pantai Kenjeran.

3. Batu itu terletak di kedalaman 15 meter dari permukaan laut.

4. Lokasi itu merupakan peninggalan Belanda pada masa lalu.

5. Banyak kerang yang hidup di lokasi perairan tersebut.

6. Bebatuan di sekitar lokasi memiliki corak yang berbeda dengan yang umum ada.

7. Ada kesan angker di tempat tersebut.

 

Nah untuk lokasi batu teratai, Anda bisa menelusuri dari petunjuk yang dijelaskan Sudarsono berikut ini:

1. Batu itu ditemukan di wilayah Surabaya bagian utara, tepatnya di Pantai Kenjeran Lama.

2. Suasana saat itu air laut sedang surut.

3. Batu itu memantulkan warna yang menarik saat terkena sinar matahari.

Nah itulah tujuh petunjuk lokasi rahasia batu sisik ular piton dan tiga petunjuk lokasi rahasia batu teratai. Jika digabung, Anda sudah memiliki sepuluh petunjuk untuk melengkapi perburuan Anda. Nah, selamat berpetualang menemukan batu tersebut.

19 Aug 2015

Empat Langkah Pancarkan Pesona Batu Kecubung Api

Batu kecubung api dapat kian menunjukkan auranya dengan perawatan yang tepat. Batu berwarna hitam yang jika terkena sinar senter memancarkan warna merah ini memang jadi buruan kolektor.

Chalcedony yang satu ini yang paling diburu berasal dari Aceh dan Bengkulu. Tentu saja karena batu itu termasuk unik. Harga batu itu bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Nah, jika Anda sudah memiliki batu jenis ini, cara perawatannya sangat mudah. Bahan yang perlu Anda siapkan adalah air dengan PH 9-10, botol atau toples.

Berikut ini caranya:

1. Rendam batu kecubung selama 1 jam dalam air.

2. Angkat setelah satu jam direndam dan keringkan dengan kain.

3. Gosok batu kecubung api dengan baby oil secara merata.

4. Gosok batu menggunakan kulit bekas dengan pola satu arah. Lakukan seminggu sekali saja.

Nah, jika Anda melakukannya dengan rutin, maka aura batu kecubung api itu akan semakin muncul dan Anda akan semakin terpesona dengannya. Selamat mencoba.

18 Aug 2015

Cara Membuat Batu Sisik Ular Piton Surabaya Kian Memikat

Batu sisik ular piton memang batu yang unik. Batu asal Jawa Timur itu pertama kali ditemukan oleh Muhamad sekitar tahun 2008.

Saat itu Muhamad menemukannya 13 mil dari bibir Pantai Kenjeran pada kedalaman 15 meter dari permukaan air laut. Konon, lokasi tersebut merupakan peninggalan Belanda di masa penjajahan.

Muhamad menuturkan, dia mendapatkan benda aneh saat mengambil kerang di daerah itu. Batu di sekitar lokasi tersebut terlihat berbeda dengan yang biasa dia jumpai di laut. Saat itu dia masih enggan bercerita tentang keunikan batu yang dia lihat. Dia hanya menyimpan dalam hati karena merasa hal itu tidak terlalu penting untuk diceritakan pada orang lain.

Hingga akhirnya dia mencoba mengambil sebagian dan mengasahnya menjadi batu cincin. Ternyata, hasilnya luar biasa indah. Batu sisik ular piton ini mirip dengan batu pancawarna. Keunikan batu ini memikat hati banyak orang, termasuk Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Nah, berikut ini adalah tips untuk merawat batu jenis jasper tersebut.

1. Gunakan bahan kulit untuk menggosok batu yang telah diikat menjadi cincin. Gosoklah sesering mungkin agar batu itu semakin mengkilat.

2. Gunakan minyak zaitun atau minyak bayi untuk membuat warna batu semakin terlihat.

3. Pakailah cincin batu tersebut setiap hari karena dengan demikian, batu itu mendapatkan panas suhu tubuh kita sebagai salah satu bentuk perawatan batu paling alami.

Selamat mencobanya.  

17 Aug 2015

Lima Cara Perawatan Batu Bacan Blue Elektrik

Tingginya harga batu bacan kualitas super membuat tidak semua pecinta batu mampu membelinya. Meski demikian, mereka tetap dapat mengoleksi jenis batu berharga tersebut.

Maka hadirlah batu bacan blue elektrik. Ini memang batu bacan low-end yang memiliki harga lebih terjangkau. Itu artinya, kalangan menengah bawah tetap dapat mengoleksi batu bacan dengan harga pas di kantong.

Batu bacan blue elektrik, sesuai namanya memiliki warga dasar biru, dengan guratan serat batu seperti aliran listrik. Jenis batu ini sama-sama ditemukan di Bacan, Cuma karena tidak sekristal atau sejernih batu bacan Doko atau Palamea, maka jenis blue elektrik kurang diminati.

Tingkat kekerasan blue elektrik masih di bawah bacan doko dan palamea. Selain mudah pecah, batu bacan blue elektrik juga mudah tergores. Apalagi blue elektrik memiliki kandungan zat kapur yang lebih banyak dibandingkan bacan doko dan palamea.

Berikut ini kami paparkan cara merawat batu bacan blue elektrik. Sebelumnya, siapkan bahan-bahannya yakni: amplas tipe 2.000, air, Koran bekas, kertas intan, dan kulit bekas.

Caranya sebagai berikut:

1. Siapkan batu bacan blue elektrik yang ingin digosok.

2. Alasi amplas dengan Koran bekas.  

3. Gunakan amplas untuk menggosok permukaan batu dengan bantuan air.

4. Gunakan kulit untuk melanjutkan proses penggosokan.

5. Gunakan kertas intan untuk proses penggosokan terakhir.

Selamat mencoba.

16 Aug 2015

Warga Luar Turut Berburu Batu Bacan

Nilai jual batu bacan yang tinggi membuat warga dari pulau dan daerah lain datang ke Bacan. Mereka ada yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara, bahkan dari Jawa.

Selama ini, pencarian batu bacan dilakukan dengan alat tradisional. Mereka mencari batu mulia itu di pegunungan, hutan, dan perbukitan. Mereka rela menghadapi berbagai risiko untuk mendapatkan batu tersebut.

Harganya yang tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari batu tersebut. Hampir di setiap wilayah di Bacan, termasuk di kota Ternate dan Sofifi, banyak dijumpai para pengrajin batu bacan.

Permintaan yang sangat tinggi membuat para penambang batu atau pemburu batu bacan bekerja siang dan malam untuk mencari bahan berkualitas. Beberapa orang juga mencarinya di luar pulau Kasiruta Barat.

Obi dan Kayoa menjadi daerah sasaran selanjutnya setelah bacan. Hingga sekarang, para pemburu batu pun berani mendaki gunung Soifi, Oba Utara, untuk mendapatkan batu Sigi yang juga sangat unik.

Banyaknya aktivitas penambangan dan perburuan batu, maka batu bacan semakin langka. Apalagi di daerah Palamea, batu bacan semakin sulit diperoleh. Penambang kini harus membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk mendapatkannya. Jika pasokan logistic terbatas, tentu mereka harus rela pulang dengan tangan hampa.

Sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, pemerintah Halmahera Selatan kini semakin memperketat perdagangan batu bacan. Pemerintah daerah mendorong warga setempat menjual batu bacan dalam bentuk jadi agar memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan menjual dalam bentuk bahan mentah.

Bupati Halmahera Selatan juga mendorong para pegawai negerinya menggunakan asesoris batu bacan, sebagai langkah untuk mendorong perekonomian masyarakat.

15 Aug 2015

Batu Bacan Tetap Populer

Ketenaran batu bacan tetap tidak merosot. Jenis batu ini terus diburu para penggemarnya hingga sekarang. Meskipun saat ini semakin banyak jenis batu lain dari beragam daerah, batu bacan tetap memiliki posisi tersendiri di hati batu mania.

Pecinta batu tetap menjadikannya sebagai ikon yang tak dapat ditinggalkan. Belum lengkap rasanya bisa belum memiliki batu jenis ini dalam daftar koleksi.

Tidak hanya penggemar dalam negeri, pecinta batu dari luar negeri pun terus memburu batu bacan asal Palamea dan Doko di Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan tersebut.

Bahan batu bacan Palamea dan Doko awalnya berwarna hitam pekat, terbungkus kulit karang, tak tembus cahaya. Setelah dipotong dan dihaluskan, batu itu pun berubah menjadi berwarna hijau bersih.

Para penggemar batu menggunakan berbagai cara untuk memperoleh warna khas batu bacan. Ada yang merendamnya dalam air, dijemur matahari, dan sebagainya. Suhu panas dan dingin yang ekstrim konon bisa mempercepat keluarnya warna mempesona pada batu bacan.

Awalnya, batu ini secara tidak sengaja ditemukan warga lokal saat mencari dammar di hutan yang berbukit terjal. Namun setelah batu itu iseng-iseng diolah, ternyata memiliki nilai jual tinggi. Wajar jika kemudian warga yang semula pencari damar, kini menjadi pencari batu bacan.

14 Aug 2015

Berburu Batu Akik di Pacitan

Nama Pacitan bukan lagi asing di telinga para batu mania. Pacitan seakan menjadi kosakata wajib yang harus ada dalam kamus perbatuan nusantara. Maka, jika Anda mengaku sebagai pecinta batu tapi tidak tahu Pacitan, maka pengakuan Anda akan sangat diragukan. Hehe.

Daerah di pesisir selatan Jawa Timur ini pun menjadikan bisnis batu mulia sebagai salah satu penggerak roda perekonomian. Para pecinta batu pun rela datang berombongan ke kota tersebut untuk melihat langsung aktivitas warga mengolah batu permata.

Sentra kerajinan batu di Pacitan terletak di desa Gendaran, Kecamatan Donorejo. Desa ini sejak dulu menjadi andalan untuk menyuplai kebutuhan batu akik di seantero nusantara, bahkan hingga ke luar negeri.

Keterampilan turun-temurun yang diwariskan generasi tua pada generasi muda, membuat bisnis ini terus lestari di Gendaran hingga sekarang. Saking manisnya bisnis batu ini, setiap keluarga memproduksi dan menjual batu permata, baik skala kecil atau pun skala besar.

Potensi ekonomi ini seharusnya dapat terus didorong semua pihak. Apalagi saat ini tren batu permata sudah menjadi buah bibir di pelosok negeri. Itu artinya pemasaran produk bisa diperluas dan omset para pengrajin bisa terus didongkrak setinggi mungkin.

Nah, Anda penasaran dengan desa Gendaran? Kenapa tidak menyusun rencana berkunjung ke sana dalam waktu dekat? Lumayan kan bisa menambah jaringan dan relasi bisnis. Selamat jalan-jalan ke sana…

13 Aug 2015

Chalsedony Yogyakarta Meriahkan Pasar Batu Nusantara

Kota Yogyakarta tidak saja terkenal dengan gudeg, bakpia, geplak, salak pondoh, growol, dan gaplek. Kini, ada produk khas kota pelajar tersebut yakni batu Chalsedony.

Batu dari Yogya ini pun berani bersaing dengan jenis batu lain dari kota-kota di nusantara. Chalsedony asal Yogya pun tampil menawan menghadapi batu pancawarna dan bio solar. Dengan keterampilan tinggi para pengolah batu, Chalsedony Yogya bisa bernilai tinggi, sesuai dengan kekhasannya.

Chalsedony Yogya tepatnya ditemukan di Desa Sawahan, Kabupaten Gunungkidul. Desa di ujung utara Kecamatan Ponjong ini ternyata memiliki harta karun yang sangat berharga tersebut. Keberadaan batu istimewa tersebut di sana semakin membuat banyak orang berminat memburunya.

Batu tersebut memiliki beragam warna, mulai dari merah, hijau, kuning, putih, hitam, pancawarna, hingga fosil lipan yang harganya fantastis. Dengan daya jual yang sangat tinggi itulah, banyak orang yang kini mengalihkan pandangannya ke desa tersebut.

Memang, desa tersebut tandus berbatu. Tapi jangan salah sangka, di bawahnya terkandung harta yang sangat bernilai tinggi. Diprediksi, batu mulia itu terdapat mulai dari Sendang I, Sendang II, hingga Jatisari dan sekitarnya.

Keberadaan batu itu pun menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat. Mereka kini memiliki harapan baru untuk memperbaiki kondisi perekonomiannya dengan terlibat dalam aktivitas perdagangan batu mulia tersebut.

Nah, Anda ingin turut menggerakkan perekonomian di Gunung Kidul? Caranya mudah, koleksi saja batu Chalsedony Yogya. Mudah bukan?

12 Aug 2015

Batu Lunyuk Asal Sumbawa Kian Mencorong

Para pecinta batu semakin menengok ke wilayah timur untuk melengkapi koleksi mereka. Setelah dihebohkan dengan batu bacan asal Halmahera, kini giliran daerah Lunyuk, Pulau Sumbawa, yang menjadi sorotan penggemar batu.

Batu Lunyuk dikenal juga dengan sebutan Balun. Cirinya sangat mudah dikenali, yakni batu itu memiliki degradasi warna yang unik, berbeda dengan jenis batu lain.

Masyarakat di Sumbawa pun mulai melihat peluang bisnis dengan beralih profesi sebagai pencari batu Lunyuk. Para kolektor juga bersegera mengumpulkan batu-batu unik tersebut untuk mengantisipasi harga yang diperkirakan segera meroket.

Nah tunggu apa lagi? Miliki segera batu Lunyuk untuk menambah koleksi batu nusantara Anda!

11 Aug 2015
Page 1 of 2