Cincin Nabi

Cincin Nabi (1)

Cincin nabi

Cincin Nabi

Nabi kita Muhammad S.A.W juga memakai cincin. Tetapi cara memakainya itu tidaklah keterlaluan yakni tak lebih dari dua bentuk cincin saja. Terkadang dipakainya satu saja, terkadang di jari tangan kanan dan ada kalanya di jari tangan kiri.

Sangat berlainan dengan orang zaman sekarang. Orang di zaman kita ini apabila berminat dengan cincin dipakainya sepuluh jari dengan sepuluh cincin. Wah jauh sekali perbedaannya ya?


Cincin-cincin Nabi itu dibuat dari perak dan permatanya dari Akik. Dan pernah sekali Nabi Muhammad S.A.W memakai cincin emas sebelum diturunkan ayat yang melarang laki-laki memakai emas. Saat diturunkan ayat itu maka nabi pun segera menanggalkan cincin emasnya dan menyuruh sahabat-sahabatnya yang memakai cincin emas supaya melepasnya.


Nabi kita Muhammmad S.A.W memakai cincin pada jari manisnya yang kanan atau kiri, dan terkadang Nabi juga memakai di jari kelingkingnya kanan dan kiri. Terukir pada cincinnya itu Muhammad Rasulullah.


Nabi mengukir namanya di atas cincin itu. Dengan melakukan itu, Nabi membolehkan umatnya mengukir nama si pemakai di atas cincinnya.


Dalam hadis Nabi S.A.W

Diriwayatkan dari sahabat Nabi S.A.W yang bernama Anas bin Malik RA. Katanya, ukiran atau tulisan pada cincin Nabi Muhammad S.A.W itu tiga baris, baris pertama Muhammad, baris kedua Rasul dan baris ketiga Allah.

Nama Muhammad ditulis di barisan bawah, tulisan Rasulullah di barisan tengah, dan Allah di barisan atas. Cincin itu cara membacanya terbalik, dari bawah ke atas, karena Nabi tidak ingin namanya berada di atas tulisan Allah. 


Dan tersebut di dalam kitab Bahrulmazi, bahwa ijmak ulama fikih menyatakan, makruh hukumnya memakai cincin di jari telunjuk atau jari tengah atau ibu jari, karena Nabi tidak memakai cincinnya pada jari-jari tersebut. Dan makruh juga hukumnya bagi perempuan memakai cincin perak karena cincin perak itu ketentuan bagi laki-laki.


Di Mana Hilangnya Cincin Rasulullah Muhammad SAW?


Tersebut di dalam hadis Sohih Bukhari dan Muslim yang diceritakan seorang sahabat yang bernama Anas bin Malik RA katanya, cincin Nabi S.A.W yang terukir Muhammad Rasulullah itu pada masa hayatnya selalu dipakainya, kemudian setelah wafatnya Nabi S.A.W dipakai pula oleh Sayyidina Abu Bakar RA, kemudian setelah wafatnya Abu Bakar RA dipakai pula oleh Sayyidina Umar RA, kemudiannya lagi setelah wafatnya Sayyidina Umar RA, dipakai oleh Sayyidina Usman RA.


Dan lama masa cincin itu dipakai Sayyidina Usman adalah 7 tahun, kemudian pada satu hari dia pergi ke sebuah perigi yang bernama Aris dan duduk di tepi perigi itu. Kemudian dimain-mainkan cincin di jarinya itu, tiba-tiba cincinnya jatuh ke dalam perigi. Maka kata Anas bin Malik RA yang menceritakan hadis ini, kami turun ke dalam perigi itu untuk mencarinya, kami keringkan airnya tapi tiada kami jumpainya, maka berulang kali kami ke perigi itu selama tiga hari namun semuanya tanpa menemukan cincin tersebut.


Sejak hilangnya cincin Nabi saw itu, keadaan menjadi penuh huru hara, dan terjadi berbagai perselisihan antara kaum Muslimin dan timbul berbagai-bagai pemberontakan. Juga terjadi peperangan dan pembunuhan sehingga Sayyidina Usman sendiri dibunuh pemberontak-pemberontak tersebut. Keadaan ini terjadi hingga zaman kita sekarang. Dan mungkin berkelanjutan hingga hari kiamat.


Jika perhatikan dari peristiwa itu kita memiliki satu kesimpulan bahwa cincin Nabi S.A.W itu mempunyai rahasia seperti mana cincin Nabi Sulaiman AS, yakni apabila hilang cincin itu maka hilanglah kerajaannya. Wallahu Alam…


Milikilah Replika Cincin Nabi

Selain Alquran, banyak hal yang menjadi bukti historis kenabian Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah cincin Nabi Muhammad SAW yang biasa digunakan untuk stempel surat-menyurat kepada raja-raja nonmuslim. Inilah salah satu kemukjizatan Nabi Muhammad SAW. Apapun yang melekat pada beliau sampai kini masih terawat dengan apik.

Menurut Anas bin Malik, cincin Rasulullah SAW terbuat dari perak sedangkan permatanya dari Abessina (Habsyi). Selanjutnya, ukiran yang tertera di cincin Rasulullah SAW adalah “Muhammad” satu baris ,”Rasul” satu baris, dan “Allah” satu baris”.

Menurut Hilmi Aydin (2005) dalam bukunya "The Sacred Trusts", cincin Rasulullah SAW yang asli hilang di sebuah sumur saat khalifah Usman bin Affan melepasnya. Karena hilang, Usman membuat lagi cincin yang serupa dengan itu. Cincin yang diyakini merupakan replika cincin nabi buatan Usman itu kini berada di Istana Topkapi (Topkapi Palace), atau dalam bahasa Turkinya Topkapi Sarayi Istanbul.

Cincin tersebut semula berada di Madinah. Ketika Sultan Salim menjadi penguasa Turki Usmani, maka cincin tersebut dipindahkan ke Istanbul. "Ini sebagai simbol kejayaan Islam,"ujarnya.


Stempel Berbentuk Cincin

Stempel nabi panjangnya 1 cm dan dibuat dari batu carnelian merah. Tulisan di dalamnya “Muhammad, Utusan, Allah” terukir di batu tersebut. Stempel itu diikat dengan ring cincin perak yang dikenakan Nabi Muhammad di jarinya.

Setelah Nabi wafat, cincin itu dikenakan oleh Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan. Usman menjatuhkannya ke dalam sebuah sumur yang bernama Eris. Meskipun telah dicari berhari-hari, namun cincin itu tidak juga ditemukan. Usman kemudian membuat stempel dengan bentuk yang sama. Setelah Usman meninggal, stempel itu disimpan oleh kekhalifahan Umayah dan Abasiah. Diduga, cincin yang ditemukan di Baghdad dan dibawa ke Istanbul, Turki, merupakan cincin kedua yang dibuat oleh Usman. 


Untuk mendapatkan cincin ini silahkan SMS 081288851177
Ukuran cincin bisa disesuaikan jari Anda.

Save

19 Feb 2014