Pecinta Batu Sejati Masih Bertahan

Tren batu akik yang dua tahun lalu sempat booming kini kembali ke situasi normal. Yang kami maksud normal adalah situasi sebelum orang berbondong-bondong memborong dan menggemari batu akik.

Sekitar dua tahun lalu tren batu akik memang sempat membuat heboh seluruh Indonesia. Semua orang pun tiba-tiba menjadi penjual, penggosok, dan peminat batu akik.

Hasilnya, di pinggir-pinggir jalan pun bermunculan para tukang penggosok batu dadakan. Mereka tiba-tiba muncul seakan jamur yang bertebaran tumbuh saat musim penghujan. Semua memanfaatkan tren yang sedang muncul yakni para penggila batu yang masih baru.

Semua orang pun mereguk untung dari bisnis batu dadakan tersebut. Meski demikian, seiring kondisi perekonomian yang melemah, tren batu pun memudar. Beberapa pedagang batu dadakan segera gulung tikar. Lapak-lapak penggosok batu di pinggir jalan pun tiba-tiba kembali menghilang. Jalanan kembali sepi dari para penggosok batu yang muncul tiba-tiba dan hilang tiba-tiba pula itu.

Kini yang masih bertahan adalah para pebisnis batu dan penggemar batu sejati. Mereka lah yang sebelum tren batu akik itu muncul memang sudah menjadi pebisnis atau penggemar batu. Sekarang, saat tren turun, merekalah yang masih mempertahankan bisnis batu akik dan batu permata itu terus berjalan.

Mereka memang berbisnis tidak mengandalkan tren karena sebelum tren itu ada, mereka sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia batu permata. Kini setelah tren itu memudar, mereka pun masih mampu mempertahankan kelancaran bisnis mereka.

Memang terjadi penurunan penjualan akibat kondisi ekonomi yang melemah, tapi tetap saja ada pembeli setia dan penggemar setia. Para kolektor batu yang memang benar-benar pecinta batu tetap membeli dan mengoleksi batu-batu indah tersebut.

Nah, sekarang pertanyaannya, apakah Anda pecinta batu sejati atau pecinta batu dadakan? Hehe… Anda sendirilah yang mampu menjawabnya. Silakan tulis pendapat Anda di bawah ini. Terima kasih.

Last modified on 08 Jan 2017

Media