Serba-Serbi KAA: Mulai dari Batu Akik, Batik, Hingga ‘Charlie Chaplin’

Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar sejak Minggu (19/4) hingga Jumat (24/4) menghadirkan sejumlah pernak-pernik kejadian yang menarik. Mulai dari batu akik, batik, hingga ‘Charlie Chaplin’ hadir mewarnai event internasional yang pertama kali digelar tahun 1955 itu.

Pernak-pernik itu dimulai dari sisi gaya hidup yang belakangan menjadi tren, yakni batu akik. Beberapa waktu lalu batu akik asal Baturaja, Sumatera Selatan dipastikan menjadi souvenir resmi untuk para kepala negara peserta KAA, sementara batu akik asal Garut, Jawa Barat menjadi hadiah untuk para ibu negara.

Rencananya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan menyerahkan souvenir resmi tersebut pada hari Jumat (24/4). Harga batu akik yang akan diberikan sendiri cukup mahal, 1 juta Rupiah. Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan sejumlah dana yang dikumpulkan dari hibah relawan KAA untuk pengadaan hadiah tersebut.

Uniknya, desain batuk akik itu dibuat sendiri oleh Ridwan Kamil. Ikat berbahan perak dengan tumpukan segitiga di sekeliling batu akan menjadi ornamen penghias souvenir, sementara di kedua sisi ikat akan dibubuhi nama ‘Asia’ dan ‘Afrika’ dengan tulisan ‘Bandung 2015’ di bawahnya.

Nantinya cinderamata tersebut akan dimasukan ke dalam koper kecil bersama 12 souvenir menarik lainnya, mulai dari batik, kopi, keris, dll.

Kepopuleran batu akik menjadi souvenir KAA itu memang sangat menarik perhatian, hingga pamornya meredupkan produk budaya khas Indonesia yang lain, yakni batik. Padahal aneka kain batik dengan berbagai macam motifnya pun menjadi perhatian yang tak kalah menarik sepanjang rangkaian KAA berlangsung.

Hal itu terlihat dari kunjungan rombongan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo yang mengenalkan kain batik khas Indonesia di Museum Tekstil pada sejumlah tamu kehormatan, seperti istri Presiden Timor Leste Ny. Taur Matan Ruak, istri Presiden Zimbabwe Ny. Robert Mugabe, istri Presiden Madagaskar Ny. Hery Rajaonarimampianina, istri Wakil Presiden RI Mufidah Kalla dan istri Gubernur DKI Jakarta Veronica Tan.

Dalam kunjungan yang terjadi pada Rabu (22/4) siang tersebut, para tamu kehormatan menerima selendang batik yang dikalungkan langsung Ibu Iriana dan Ibu Mufidah setelah berkeliling melihat beragam koleksi Museum Tekstil yang berlokasi di Jakarta.

Tak hanya itu, para tamu kehormatan pun berkesempatan melihat langsung proses pembuatan batik tulis. Bahkan, Ny. Taur Matan Ruak dan Ny. Robert Mugabe mencoba langsung proses membatik menggunakan canting.

Kemeriahan membatik yang dilakukan para tamu kehormatan di Museum Tekstil di Jakarta itu tak kalah seru dengan kejadian unik yang terjadi di Bandung. Di tengah persiapan Peringatan 60 tahun KAA di Gedung Merdeka, hadir sosok ‘Charlie Chaplin’ yang berbaur dengan masyarakat setempat.

‘Charlie Chaplin’ itu merupakan seorang pemuda yang memang sengaja tampil memerankan aktor lawak lawas tersebut. Jas hitam putih, seonggok kumis, topi hitam, tongkat, serta make up khas Charlie Chaplin tak luput dari kostum yang dikenakannya.

Tak ayal ‘Charlie Chaplin’ itu pun menjadi primadona bagi pengunjung untuk berfoto bersama. Sang Chaplin lokal asal Bandung itu pun tampak sabar melayani permintaan warga. Tak jarang, pose tertentu ia tampilkan untuk mengesankan sosok Charlie Chaplin yang sebenarnya.

“Saya senang dengan sosok Charlie Chaplin. Diharapkan ini bisa menghibur warga yang datang ke sini,” akunya.

Batu akik, batik, hingga sosok ‘Charlie Chaplin’ tadi membuktikan, penyelenggaraan KAA tahun 2015 ini tak hanya berisi konferensi dan pertemuan antar negara yang membahas permasalahan dunia. Dengan berbagai frekuensi dan cakupan area, semangat KAA turut menyebar ke masyarakat luas dengan caranya yang menarik, seru, dan menyenangkan. (adv)

Sumber : Tribunnews